Pengertian perencanaan tenaga kerja

No Comments
A. Pengertian perencanaan tenaga kerja
   Perencanaan (planning) adalah proses untuk memutuskan tujuan-tujuan yang akan dicapai selama periode mendatang dan aktivitas-aktivitas yang harus dilakukan agar dapat mencapai tujuan tersebut. Sedangkan tenaga kerja adalah manusia yang berkerja di lingkungan suatu organisasi yang mempunyai potensi baik dalam wujud potensi nyata fisik maupun psikis sebagai penggerak utama dalam mewujudkan eksistensi dan tujuan organisasi.
  Menurut andrew Sikula dalam bukunya Meldona mendefinisikan bahwa “Human resources of manpower planning has been defined as the process of determining man power reqruitments and the means for meeting those reqruitments in order to carry out the integrateds plans of the organization.”( Perencanaan tenaga kerja adalah proses menentukan kebutuhan tenaga kerja, dan cara memenuhi kebutuhan tersebut dalam rangka menjalankan rencana terintegrasi yang sudah disusun oleh suatu organisasi).
  Dapat disimpulakn bahwa perencanaan tenaga kerja adalah suatu proses untuk membuat rencana kebutuhan tenaga kerja dimulai dari perekrutan, pengembangan, pengendalian dalam rangka untuk mencapai cita-cita perusahaan dengan cara saling berintegrasi dengan baik.
  Mengapa perusahaan melakukan perencanaan tenaga kerja, menurut Simamora dalam bukunya Meldona bahwa memiliki beberapa alasan yakni:
1.    Perencanaan mengaitkan antara tindakan dan konsekuensinya
2.    Perencanaan mendayagunakan sumber daya manusia(SDM) lebih efektif dan efisien.
3.    Perencanaan mengaitkan sumber daya manusia dengan organisasi.
4.   Perencanaan meningkatkan kepuasan kerja karyawan dan mendorong untuk terus berkembang.
B.  Tujuan perencanaan tenaga kerja
Menurut Rivai yang dikutip oleh Meldona menjelaskan bahwa perencanaan tenaga kerja secara umum mempunyai tujuan-tujuan sebagai berikut:
1.    Untuk menentukan kualitas dan kuantitas karyawan yang akan mengisi semua jabatan dalam perusahaan.
2. Untuk menjamin tersedianya tenaga kerja di masa sekarang maupun di masa yang akan datang sehingga tidak ada pekerjaan yang tidak diisi oleh karyawan.
3.    Untuk mengindari kelebihan dan kekurangan karyawan.
4. Untuk menghindari mismanajemen dan tumpang tindih dalam pelaksanaan tugas.
5. Untuk mempermudah koordinasi, integrasi dan sinkronisasi sehingga produktivitas kerja meningkat.
6.   Untuk menjadi pedoman dalam menetapkan program pengadaan, penyeleksian, pengembangan, kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan, kedisiplinan dan pemberhentian karyawan.
7.   Untuk menjadi pedoman dalam melaksanakan mutasi (vertikal dan horisontal) dan pensiun karyawan.
8. Untuk menjadi dasar dalam melakukan penilaian kinerja karyawan.
Dari tujuh tujuan perencanaan tenaga kerja menurut Rivai dapat disimpulkan bahwa dalam suatu perusahaan diperlukan adanya sebuah manajemen yang baik salah satunya adalah perencanaan tenaga kerja yang sudah termanajemen dengan baik melalui berbagai tahap yang ada di sebuah perusahaan.


Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

0 comments

Post a Comment